Monday, January 31, 2011

Zikir Pagi dan Petang

1.

Dari Anas dengan jalan Marfu’: 
"Sungguh aku duduk bersama suatu kaum yang berzikir kepada Allah s.w.t dari solat Subuh hingga terbit matahari lebih aku sukai dari memerdekakan empat orang keturunan Ismail, dan sungguh aku duduk bersama suatu kaum yang berzikir kepada Allah s.w.t. dari solat Asar hingga terbenam matahari lebih aku sukai dari memerdekakan empat (orang budak)". 
H.R: Abu Daud, no. 3667, dihasankan oleh Al Albani, Shahih Abu Daud: 2/698.




2. 
Ertinya:
"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah), melainkan Dia yang hidup kekal, lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang dilangit dan dibumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa seizin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang ada dihadapan mereka dan dibelakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah, melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar".
Dari Nasa'i dalam Amalul Yaumi Walailah, no.100; Ibnu Sunni, no. 121:
"Siapa yang membacanya selepas solat tidak ada yang menghalangnya masuk syurga kecuali kematian"
Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Jami’: 5/339, dan Silsilah Hadits Shahih: 2/697, no.972. 




3. 

"Siapa yang membacanya (surah Al Ikhlas, surah Al Falaq dan surah An Nas), tiga kali setiap pagi dan petang maka dicukup-kan baginya dari segala sesuatu"
H.R; Abu Daud: 4/322, Tirmidzi: 5/567. Lihat Shahih Tirmidzi: 3/182.




4.


Ertinya:
"Kami telah memasuki waktu pagi, kerajaan milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Tuhanku, aku mohon kepada-Mu kebaikan hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan-ku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur".
(Jika senja/petang hari kalimat Asbaha diganti Amsai, kalimat Al-Yaumi diganti Al-Laili)
H.R: Muslim: 4/2088.




5.

Ertinya:
"Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk)"
H.R: Tirmidzi: 5/466. Shahih Tirmidzi: 3/142.




6. Pada senja/petang hari membaca:
Ertinya :
"Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah dosaku. Sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau".
"Siapa yang membacanya dengan yakin pada senja hari, kemudian dia meninggal, maka dia akan masuk syurga, demikian juga jika (dibaca) pada pagi hari"
HR. Bukhari: 7/150.




7.  Dibaca empat kali di waktu pagi dan petang:


Ertinya :
"Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi bersaksi kepada-Mu, malaikat yang memikul ‘Arasy-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu"
Jika senja hari diganti menjadi:
"Siapa yang membacanya setiap pagi dan petang sebanyak empat kali, Allah bebaskan dirinya dari api neraka"
HR. Abu Daud: 4/317, Bukhari dalam Al Adabul Mufrad, no. 1201, Nasa’i dalam Amalul yaumi wallailati, no. 9, Ibnu Sunny, no. 70, sanad Abu Daud dan Nasa’i dihasankan oleh Syeikh Bin Baaz dalam Tuhfatul Akhyar, hal. 23. 




8.
Ertinya :
"Ya Allah, nikmat yang kuterima atau diterima oleh seseorang di antara makhluk-Mu di pagi ini adalah dari-Mu. Maha Esa Engkau, tiada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan kepada-Mu panjatan syukur (dari seluruh makhluk-Mu)".
"Barang siapa yang membacanya di pagi hari, maka sungguh ia telah bersyukur pada hari itu. Barang siapa yang membacanya di sore hari, maka ia sungguh telah bersyukur pada malam itu".
HR. Abu Dawud: 4/318, Nasa’i dalam ‘amalul yaumi wallailati; no: 7 hal: 137, Ibnu Sunni, no: 41 hal: 23, Ibnu Hibban, dalam Al Mawarid, no: 2361. Syeikh Bin Baz rahimahullah menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan, lihat Tuhfatul Akhyar, hal: 24. 




9. Dibaca tiga kali di waktu pagi dan petang:


Ertinya: 
"Ya Allah, selamatkan tubuh-ku (dari penyakit dan yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau sesuatu yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan penglihatanku, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Ya Allah!, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau".  
H.R: Abu Daud: 4/324, Ahmad: /42, Nasa’i dalam Amalulyaumi Wallailati no. 22, hal. 146, Ibnu Sunni no. 69, hal. 35, Bukhari dalam Adabul mufrad. Syekh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah menyatakan sanad hadits tersebut hasan. Lihat juga Tuhfatul Akhyar, hal. 26.




10. 


























No comments:

Post a Comment